SEBELUM ZONASI

Sekolah yang disebut ‘favorit’ mendapat inputan siswa yang cenderung memiliki nilai ujian nasional tinggi

Guru sekolah ‘favorit’ memberikan pengajaran dengan kondisi kompentensi yang tinggi

Sekolah ‘favorit’ meluluskan siswa dengan nilai yang relatif tinggi

SETELAH ZONASI

Seluruh sekolah mendapatkan kesempatan sama dalam hal menerima siswa dengan kompetensi yang beragam

Guru disekolah mendapatkan tantangan yang sama dalam mengelola kompetensi siswa yang beragam

Sekolah ‘bermutu’ dapat dilihat secara objekti melalui inputan yang heterogen dan lulusan yang memiliki nilai yang baik